tato permanen

Maret 29th, 2011 by dreams

jika ku menghindarimu, jangan kira karena kubenci, apalagi tidak perduli

itu karena aku sudah tidak punya cara lain lagi, untuk berhenti mencintaimu

aku tak bisa mencintai tapi tidak memiliki. maka kucari cara untuk mengikis cinta yang melekat erat di dinding hati.

cintaku padamu seperti tato permanen, tak ada cara untuk menghapusnya selain menyakiti diriku sendiri.

ah, sudahlah! aku pasti bisa melakukannya. ini hanya tentang sakit atau tidak. tapi ku hanya khawatir sebentar lagi aku akan mati rasa.

mematikan rasa. mungkin itu cara terbaik untuk berhenti mencintaimu.

gerimis

Maret 28th, 2011 by dreams

Senja hampir tiba, kabut dingin mulai turun menyelimuti lereng gunung. Hujan yang sejak pagi tak henti-hentinya menghujam perut bumi mulai mereda, berganti gerimis. Gerimis yang walau tampak lemah gemulai membelai dedaunan di pinggiran hutan, namun terasa sangat kesyahduannya. Dan tak bisa kusangkal, meninggalkan jejak sendu di benakku yang hampa.

Aku mengeraskan volume cd player yang ada di sudut kamar, tak jauh dari rak buku kayu yang memuat segala macam buku. Alunan Quartet for Strings and Piano in A Minor - Gustav Mahler pun terdengar semakin jelas memenuhi ruang, menyelusup ke dalam hatiku.  Tak bisa kucegah, menjalari dan meninggalkan jejak sunyi dalam ruang-ruang hatiku yang berantakan. Di luar, gerimis semakin syahdu.

Berdiri di tepian jendela, memandangi gerimis yang lembut menyetubuhi rumput-rumput hijau yang menggigil kedinginan. Tanpa sadar, aku ikut menggigil. Seperti bisa merasakan dingin yang begitu mencekam.  Hati dan pikiranku ikut menggigil. Menahan sesak dan ingin yang bertahun kubendung,  seperti ikan yang ingin keluar dari akuarium hanya untuk menggelepar lalu mati.

Inginku, bersamamu berpelukan memandangi gerimis dari tepian jendela. Tapi kau pasti sedang bersamanya. Bangsat!

2:48am

Maret 27th, 2011 by dreams

Aku masih duduk di beranda kamar. Masih seperti tadi, memandang jauh ke hamparan lampu-lampu di bawah sana. Kerlap-kerlip yang terlihat indah, dalam gelap. Indah dalam gelap, dalam gelap saja. Karena di hari siang kerlap-kerlip itu pasti tak tampak, karena ada cahaya yang akan menyamarkannya bahkan membuatnya seperti tiada. Seperti aku, yang hanya terasa ada di malam-malammu.

Udara dingin semakin menusuk, aku merapatkan jaket wol berwarna hijau yang sejak malam tadi kukenakan di tubuh kurusku. Tapi dinginnya udara dini hari seperti bisa menembus kulitku, menjalari hati dan pikiranku. Aku meraih korek api, menyalakan rokok ke duapuluh sekianku. Menghirupnya dalam-dalam, lalu perlahan melepaskannya ke udara dini hari yang lembab, melepaskannya perlahan berharap risau dan rindu yang menggerogoti hatiku juga turut terbang menembus gelapnya dini hari yang sunyi ini.

Seharusnya kau ada dalam pelukku pagi ini, di ranjang kita berpelukan bersama selimut yang menghangatkan dan harum tubuhmu yang menenangkan. Tapi kau pasti sedang tidur bersamanya. Laknat!

5:25pm

Maret 26th, 2011 by dreams

Aku baru saja tiba.  Sial! Bahkan udara yang kuhirup pun mengingatkanku padamu.

waiting

Maret 6th, 2011 by dreams

schiphol

relatives, friend and or colleagues of mine will wait me here

Kita mulai dari sini

Maret 4th, 2011 by dreams

Karena bukan hanya aku. Ada kau, dia, dia, dia, dia dan kau.

Maka kita.

Kita mulai dari sini.  Jangan bertanya, jika kau ingin simpan saja dalam benakmu. Dan, nikmati saja :)

bawa aku

Maret 2nd, 2011 by dreams

myklm

bawa aku, terbang melintas benua dan waktu

menuju negeri impian